Kegiatan pengembangan sektor peternakan terfokus pada  2 hal penting yakni peningkatan populasi dan hasil produksinya.  Meskipun Kota Ambon bukan merupakan andalan untuk pengembang ternak  khususnya ternak besar namun konsumen terbesar adalah masyarakat Kota Ambon sehingga  permintaan pasarnya sangat tinggi.  Menghadapi kondisi yang demikian usaha-usaha  peternakan meskipun dalam skala  perorangan namun dapat menunjukkan angka perkembangan yang sangat baik. 

Usaha-usaha peternakan baik ternak besar maupun unggas didominasi oleh sapi, kambing, babi,  ayam,  dan itik.  Untuk populasi ternak sapi di tahun 2015 sebesar 579 ekor, kerbau 4 ekor, kambing 1144 ekor, babi 1428 ekor, itik 447 ekor, Ayam pedaging 57.500 ekor dan ayam buras 4.648 ekor., sehingga total Populasi ternak tahun 2015 65.131 ekor.  Jumalah pemotongan Hewan ternak sebesar 4026 untuk sapi, kerbau 4 ekor, kambing 32 ekor dan babi 2.023 ekor , itik 369 ekor, ayam pedaging 57.500 ekor dan ayam kampung sebesar 3.948 ekor sehingga total pemotongan 67. 898 ekor.

Sejalan dengan membaiknya kondisi Kota Ambon dalam Lima tahun terakhir, berpengaruh terhadap produksi usaha peternakan. Usaha-usaha peternakan yang dikembangkan oleh masyarakat dan ditunjang dengan bantuan pembinaan Pemerintah Kota Ambon turut memperbaiki status sosial ekonomi masyarakat. Disisi lain makin meningkatnya permintaan pasar terhadap kebutuhan protein (Daging dan telur) memberi akses yang luas untuk meningkatkan produksi peternakan.

Untuk memenuhi kebutuhan permintaan protein daging di Kota Ambon, peranan Pengusaha Lokal dirasakan cukup besar dengan mendatangkan berbagai jenis ternak potong sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2015 dari beberapa kota di Jawa dan serta Kabupaten di Provinsi Maluku, masing-masing  : ternak sapi sebanyak 14.249 ekor, ternak kerbau  sebanyak 200 ekor, ternak kambing sebanyak 2689 ekor ternak babi sebanyak  9987ekor, ayam buras sebanyak 193.666 ekor dan ayam pedaging sebanyak  352.807 ekor.

Disamping itu, aktifitas pemotongan ternak dari Tahun 2005-2015untuk beberapa komoditas mengalami peningkatan  rata-rata antara lain : ternak sapi mengalami peningkatan sebesar : 81 %,ternak kambing 85,4 %, ternak babi 55,6 %,  sedangkan untuk  ternak ayam kampung/Buras mengalami penurunan sebesar 34,7 %  dan ternak ayam pedaging mengalami penurunan sebesar  90 %.hal ini diakibatkan adanya isu flu burung.