Luas  panen, produksi komoditas pertanian  yang dicapai sampai dengan tahun 2016 sebagai berikut :

  1. Tanaman pangan dan hortikultura
    • Tanaman pangan

Di Kota Ambon Tanaman pangan atau Palawija yang banyak diusahakan meliputi Jagung, Kacang Tanah, Ubi Kayu, Ubi Jalar dan Talas. Berdasarkan keadaan Tahun 2015 luas tanam sebesar 485 Ha dan Luas Panen sebesar 347 Ha dengan rata-rata Produksi 9,01 ton / ha

  • Hortikultura

Luas tanam tanaman hortikultura Sayuran tahun 2015 806 Ha dan luas panen sebesar 675 Ha dengan rata – rata produksi 8.84 ton/ha  . untuk hortikultura buahan Luas tanam sebesar 487 ha dan luas panen 200 ha dengan rata – rata produksi 8,51 ton/ha

  1. Perkebunan

-  Kelapa

Luas tanam tanaman kelapa di kota Ambon sebesar 2.369 Ha dengan rinciannya TBM 630 ha, TM 1305 Ha, TTM/TTR 434 ha. Luas panen 1.855 ton dan rata – rata produksi 5,17 ton / ha .

  • Pala

Luas tanam tanaman pala sebesar 1838 Ha yang terdiri atas TBM 701 ha, TM 789 dan TTM/TTR sebesar 348 ha dengan jumlah Produksi biji kering 236.70 ton dan Fuli 59.18 ton dan rata-rata produksi biji kering 300 kg / ha dan fuli kering 75 ton/ha.

 

  • Cengkih

Luas tanam cengkih sebesar 1.511 ha dengan rincian TBM 376 ha, TM 769 ha , TTR/TTM sebesar 348 ha dengan rata – rata produksi 600 kg / ha

  • Cacao

Luas tanam cacao sebesar 516 ha dengan rincian TBM 129 ha, TM 219 ha dan TTM/TTR sebesar 168 ha dengan rata-rata produksi sebesar 1 ton / ha. Wujud produksi berupa biji cacao kering.

  1. Ketahanan Pangan

Kegiatan Desa Mandiri Pangan tahun 2011 diarahkan kepada 6 (enam) Desa Replikasi yang tersebar pada 3 Kecamatan yakni Dusun Tuni, Dusun Mahia, Desa Rumah Tiga, Desa Negeri Lama, Desa Hunuth dan desa Poka. Masing-masing Desa Replikasi mempunyai Dana Bansos (Dana Tugas Pembantuan). Kegiatan – kegiatan mendukung Ketahanan pangan masyarakat merupakan kegiatan lanjutan dan bertahap.

Kegiatan P2KP (Penganekaragaman Konsumsi Pangan terbagi atas 3 (tiga) kegiatan yakni :

  • Pemberdayaan Kelompok Wanita melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan diarahkan pada Kecamatan teluk Ambon terdiri dari 7 Kelompok Dasawisma dan Kecamatan Baguala 3 kelompok Dasawisma masing-masing kelompok mendapatkandana bansos (Dana Tugas Pembantuan).
  • Pengembangan P2KP bagi Siswa SD/MI yang tersebar pada 2 Kecamatan yakni 7 SD/MI pada Kecamatan Teluk Ambon dan 3 SD/MI pada Kecamatan Baguala, dimana Siswa SD/MI mendapatkan 10 Paket KIT berupa modul dan alat peraga pola makan sehat.
  • Pengembangan Usaha Pengolahan Lokal berbasis Tepung-tepungan yang tersebar pada 2 Kecamatan yakni 7 Kelompok pada Kecamatan Teluk Ambon dan 3 Kelompok pada Kecamatan Baguala masing-masing kelompok mendapatkan 1 Mesin Pengolahan Pangan Lokal untuk menjadi Tepung-tepungan.

 

  1. PETERNAKAN

Kegiatan pengembangan sektor peternakan terfokus pada  2 hal penting yakni peningkatan populasi dan hasil produksinya.  Meskipun Kota Ambon bukan merupakan andalan untuk pengembang ternak  khususnya ternak besar namun konsumen terbesar adalah masyarakat Kota Ambon sehingga  permintaan pasarnya sangat tinggi.  Menghadapi kondisi yang demikian usaha-usaha  peternakan meskipun dalam skala  perorangan namun dapat menunjukkan angka perkembangan yang sangat baik. 

Usaha-usaha peternakan baik ternak besar maupun unggas didominasi oleh sapi, kambing, babi,  ayam,  dan itik.  Untuk populasi ternak sapi di tahun 2015 sebesar 579 ekor, kerbau 4 ekor, kambing 1144 ekor, babi 1428 ekor, itik 447 ekor, Ayam pedaging 57.500 ekor dan ayam buras 4.648 ekor., sehingga total Populasi ternak tahun 2015 65.131 ekor.  Jumalah pemotongan Hewan ternak sebesar 4026 untuk sapi, kerbau 4 ekor, kambing 32 ekor dan babi 2.023 ekor , itik 369 ekor, ayam pedaging 57.500 ekor dan ayam kampung sebesar 3.948 ekor sehingga total pemotongan 67. 898 ekor.

Sejalan dengan membaiknya kondisi Kota Ambon dalam Lima tahun terakhir, berpengaruh terhadap produksi usaha peternakan. Usaha-usaha peternakan yang dikembangkan oleh masyarakat dan ditunjang dengan bantuan pembinaan Pemerintah Kota Ambon turut memperbaiki status sosial ekonomi masyarakat. Disisi lain makin meningkatnya permintaan pasar terhadap kebutuhan protein (Daging dan telur) memberi akses yang luas untuk meningkatkan produksi peternakan.

Untuk memenuhi kebutuhan permintaan protein daging di Kota Ambon, peranan Pengusaha Lokal dirasakan cukup besar dengan mendatangkan berbagai jenis ternak potong sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2015 dari beberapa kota di Jawa dan serta Kabupaten di Provinsi Maluku, masing-masing  : ternak sapi sebanyak 14.249 ekor, ternak kerbau  sebanyak 200 ekor, ternak kambing sebanyak 2689 ekor ternak babi sebanyak  9987ekor, ayam buras sebanyak 193.666 ekor dan ayam pedaging sebanyak  352.807 ekor.

Disamping itu, aktifitas pemotongan ternak dari Tahun 2005-2015untuk beberapa komoditas mengalami peningkatan  rata-rata antara lain : ternak sapi mengalami peningkatan sebesar : 81 %,ternak kambing 85,4 %, ternak babi 55,6 %,  sedangkan untuk  ternak ayam kampung/Buras mengalami penurunan sebesar 34,7 %  dan ternak ayam pedaging mengalami penurunan sebesar  90 %.hal ini diakibatkan adanya isu flu burung.